MAKALAH TENTANG
ALAM AKHIRAT
Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Disusun
Oleh :
MOCHAMMAD
SAHRUL MUGHNI
NIM
: 4116074
Dosen Pembimbing :
Dr.
AMRULLOH, Lc., M.Th.I
SEMESTER
1 – KELAS B
FAKULTAS
TEKNIK JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS
PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM
Tahun 2016
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT,atas segala limpahan rahmat dan
karunia-Nya kepada saya penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul :
“ Alam Akhirat ”
Saya penulis menyadari bahwa didalam
pembuatan kalah ini berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT.Saya penulis
menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
baik materi maupun cara penulisannya.Namun demikian,saya penulis telah berupaya
dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki sehingga dapat selesai
dengan baik.Saya dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima
masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini,Akhirnya saya penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca
Jombang 15
Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL............................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................... ii
DAFTAR ISI………………………………………………………. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang……………………………………………. 1
1.2 Rumusan
Masalah…………..………………………......... -
1.3 Tujuan
Penulisan…………………………………………. -
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Alam Akhirat.……….………………………. 2
2.2 Ayat Al – Qur’an Tentang
Akhirat..…..………………… 3
2.3 Meyakini Adanya Akhirat.……………………………….. 4
2.4 Hakikat Alam Akhirat….....……….…………………….. -
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan….………………..………………………….. 7
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam
kehidupan ini memang selalu ada yang namanya susah dan senang. Perlu kita
sadari bahwa susah senang yang kita alami ini semuanya berasal dari Allah SWT, walaupun semuanya kita yang merasakan.
Begitu juga isi dari bumi ini juga berasal dari Allah SWT. Kita sebagai manusia
hanya disuruh untuk menjaganya bukan untuk merusaknya. Begitupun kita hidup di
bumi ini melainkan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Tidak ada yang lain di
dunia ini selain Allah SWT.
Ada
hidup ada mati, kita hidup karena Allah dan kita mati juga karena Allah pula.
Hidup dan mati kita hanya ada di tangan Allah dan hanya Dialah yang tahu.
Membahas masalah kehidupan di dunia pasti kita sudah bisa merasakan sendiri,
bagaimana perjuangan selama kita hidup di dunia ini. Tapi hanya satu yang belum
kita rasakan, yaitu kematian ataupun kehidupan di alam akhirat.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Dari
alam akhirat ?
2.
Bagaimana Ayat Al –
Qur’an tentang akhirat ?
3.
Cara kita menyakini
terhadap akhirat ?
4.
Sebutkan Hakikat dari
akhirat ?
1.3
Tujuan
Penulisan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan Kepada
kami Mahasisawa Fakultas Teknik jurusan Sistem Informasi dan menyalurkan ilmu
kepada pembaca apa yang dimaksud dengan Alam Akhirat dengan harapan dapat
bermanfaat bagi kita semua nanti.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Alam Akhirat
1. Pengertian Akhirat
Akhirat
(Bahasa Arab: الآخرة transliterasi:
Akhirah) dipakai untuk mengistilahkan kehidupan alam baka (kekal)
setelah kematian/ sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa alam akhirat
sering kali diucapkan secara berulang-ulang pada beberapa ayat di dalam Al
Qur'an kurang lebih sebanyak 115 kali, yang mengisahkan tentang Yawm al-Qiyâmah
dan akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.
Akhirat
dianggap sebagai salah satu dari rukun
iman yaitu: Percaya Allah, percaya adanya malaikat, percaya akan kitab-kitab suci, percaya adanya nabi
dan rasul dan percaya takdir dan
ketetapan. Menurut kepercayaan Islam, Allah akan memainkan peranan, beratnya
perbuatan masing-masing individu untuk selalu beribadah kepada Allah dan
menjauhi larangannya. Allah akan memutuskan apakah orang tersebut di akhirat
akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau
Jannah (surga). Kepercayaan ini
telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran Islam.
Akhirat
adalah dimensi fisik
dan hukum-hukum dunia nyata yang terjadi setelah dunia fana berakhir.
Bagi mereka yang beragama samawi
meyakini bahwa kehidupan akhirat sebagai tempat dimana segala perbuatan seseorang
di dalam kehidupan dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban. Namun tidak sedikit
juga orang yang meragukan akan adanya kehidupan akhirat (kehidupan setelah
kematian). Mereka-mereka yang meyakini adanya kehidupan akhirat ada yang
menyatakan: “Mudahnya meyakini adanya kehidupan setelah kematian sama mudahnya
dengan meyakini adanya hari esok setelah hari ini, adanya nanti setelah sekarang,
adanya memetik setelah menanam”.
2. Etimologi
Istilah akhirat secara kebahasaan,
menurut al-Raghib al-Ashfahani, mengandung arti akhir atau yang kemudian yang
merupakan lawan dari perkataan awal. Istilah akhirat biasanya dihubungkan
dengan istilah dar yang berarti
negeri atau kampung seperti dalam ungkapan al-dar al-akhirah, yang berarti
negeri akhirat. Ungkapan al-dar al-akhirah merupakan lawan dari al-dar al-dunya
sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, “Dan kehidupan dunia ini hanyalah
senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya al-dar al-akhirah (negeri akhirat)
itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Q.s.
al-‘Ankabut/29:64 ). Istilah al-dar al-dunya secara bahasa berarti negeri yang
dekat. Maksudnya bahwa kehidupan dunia itu adalah kehidupan yang dekat.
2.2
Ayat Al – Qur’an Tentang Akhirat
-
Surat Al - Hadid Ayat
20
Terjemahan:
”
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu
yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta
berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering
dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti)
ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan
dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu ”.
2.3
Meyakini
Akhirat
Meyakini
adanya akhirat itu merupakan bagian dari rukun iman yang ke enam, namun menurut
aksiologis tentang hakikat meyakini akhirat merupakan landasan fundamental yang
akan menopang dan menumbuhkan kemantapan beragama yang kokoh dan kuat. Berikut
adalah landasan etika dan moralitas hidup seorang muslim yang bersumber dari
keyakinannya terhadap akhirat :
-
Pertama,
dengan meyakini akhirat sebagai tujuan
hidup seorang muslim tidak hanya meraih kebahagiaan duniawi yang bersifat
kebendaan ( bersifat materi ) guna memenuhi kepuasan, kelezatan dan kenikmatan
fisik – biologis.
-
Kedua,
beriman kepada akhirat menjadi sumber
inspirasi guna melahirkan etos beramal saleh dengan sebaik-baiknya.
-
Ketiga,
keyakinan terhadap akhirat merupakan
generator yang senantiasa membangkitkan kekuatan moral dalam menegakkan
keadilan dan kebenaran.
-
Keempat,
sistem sosial dalam islam dibangun di
atas prinsip persamaan, keadilan dan kemanusiaan.
-
Kelima,
ajaran Islam sangat menekankan prinsip
kebebasan memilih agar manusia bertindak atas dasar kesadaran, bukan karena
paksaan atau tekanan dari siapa pun.
2.4
Hakikat Alam Akhirat
1.
Hakikat
Kehidupan Di Alam Akhirat
Kehidupan
di dunia ini sebenarnya adalah kehidupan menuju akhirat. Yang mana jembatan
yang mesti dilalui oleh setiap manusia sebelum menempuh alam akhirat. Bahasa
sederhananya, kehidupan dunia adalah medan persediaan dan persiapan untuk
menuju kehidupan akhirat yang kekal sepanjang zaman. Karena itu, Alquran
menamainya dengan beberapa istilah yang menunjukkan hakikat kehidupan yang
sebenarnya.
a.
al-hayawan
(kehidupan yang sebenarnya). Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau
dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau
mereka mengetahui.” (QS al-Ankabut [29]: 64).
b.
dar
al-qarar (tempat yang kekal). Hai kaumku,
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara), dan
sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Ghafir [40]: 39).
c.
dar
al-jaza’ (tempat pembalasan). Di hari itu, Allah
akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah
mereka bahwa Allahlah yang benar lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut
hakikat yang sebenarnya).” (QS an-Nur [24]: 25).
d.
dar
al-muttaqin (tempat yang terbaik bagi orang
yang bertakwa). Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: ‘Apakah yang
telah diturunkan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘(Allah telah menurunkan)
kebaikan.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan)
yang baik. Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik, dan itulah
sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (QS an-Nahl [16]: 30).
2.
Surga
Surga
adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna di akhirat yang tidak ada
didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan Allah bagi mereka yang
mentaati perintah-Nya dan tidak mengingkari kebenaran yang dibawa
Rosul-RosulNya, Al – Qur’an melukiskan sebuah tempat kedamaian yang indah dan
menakjubkan yang menunggu mereka yang beriman kepada tuhan dan melakukan amal
sholeh. Al – Qur’an memperingatkan bahwa keindahan dan kenikmatan surga itu
melampaui pengetahuan dan pemahaman kita.
3.
Neraka
Adapun yang dimaksud dengan Neraka menurut pengertian
agama Islam adalah suatu tempat kediaman yang disediakan oleh Allah swt untuk
hamba-hambaNya yang ingkar kepadaNya sebagai balasan kepada mereka itu atas
perbuatannya melakukan dusa-dosa dan kesalahan.
Disebut jahanam dalam bahasa arab, neraka dilukiskan sebagai api membara yang
akan melumat dan menghukum penghuninya. Tapi di luar kesakitan dan penyiksaan
di neraka, hukuman tertinggi ialah rasa malu dan hina di depan Tuhan.
4.
Siksa
Kubur
Menurut ilmu pengetahuan bahwa adanya siksa kubur atau
kejadian dimana adanya siksaan di dalam kebur setelah ajal menjemput ada, bukinya
bahwa orang hidup dimasukkan ke dalam kuburan dan disaksikan kekuasaan atas
Tuhan bahwa orang yang ada dalam kubur n tersebut teriak dengan suara yang
sangat yang sangat keras, dikarenakan tidak kuatnya bagaimana siksa kubur itu
diberikan kepada manusia.
Siksa kubur disini sebenarna bukan jasadnya ynag disiksa
tetapi melainkan yang disiksa ruhnya itu sendiri, dalam suatu kitab dijelaskan
bahwa siksa dan nikmat kubur dijelaskan dengan mimpi, walaupun adakalanya jasad
ini tidur tetapi adakalanya bisa merasakan nikmat dan sedihnya mimpi tersebut.
Di antara sebab-sebab adzab kubur secara
terperinci adalah sebagai berikut :
a. Kekafiran dan kesyirikan
b. Kemunafikan
c. Tidak menjaga diri dari air kencing
dan mengadu domba
d. Ghibah
e. Niyahah (meratapi jenazah)
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dengan kita
mempelajari tentang kehidupan manusia menurut Islam, dihaapkan dapat menjadikan
hidup kita lebih optimis, selama di dunia dan akhirat. dan kita sebagai manusia
tahu bahwa setelah kehidupan di dunia ada kehidupan yang sesungguhnya yaitu
kehidupan dunia akhirat dan kegidupan setelah hari kiamat. Dan bagi orang yang
sholeh yang belum berhasil mencapai kebahagiaan hidup di dunia maka, ia yakin
bahwa hal itu akan tercapai di akhirat. Dengan demikian apapun yang dialami
dalam kehidupan dunia ini tidak akan menimbulkan kekecawaan. Dan percayalah
bahwa hari akhir itu kekal.
Saat
berada di akhirat, adalah saat dimana manusia mempertanggungjawabkan semua
segala perbuatannya. Saat itu adalah saat dimana tidak ada yang dapat membantu
kita selain syafaat dari Allah, karena hanya Allah lah yang berhak memberikan
syafaat.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Berjudul “
Mengenal Islam Jalan Tengah ”
Al Qur’anul
Kariim
http
_www.ende-islam.co.id Hakikat Kehidupan
Di Alam Akhirat
Pdf Makalah
Tentang Alam Akhirat